ESAI

Pengertian

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan

Ciri-ciri Esai :

  1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
  2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
  3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
  4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
  5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
  6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

Contoh Esai :

  1. Menjadi Manusia karya Yakob Sumarjo
  2. Si Parasit Lajang karya Ayu Utami
  3. Obsesi Perempuan Berkumis karya Budi Darma

Contoh esai sastra yang dimuat di Harian Umum, Pikiran Rakyat, Minggu 17 Oktober 2010, yang berjudul Kemat Jaran Guyang yang ditulis oleh Supali Kasim, Wakil Ketua Lembaga Bahasa dan Sastra Cirebon. Dalam esainya beliau mengatakan bahwa nyaris tidak ada sastra Cirebon ditemukan dalam bentuk penerbitan media massa maupun buku. Karya Sastra Cirebon ibaratnya hanya ditulis dan didokumentasikan di rumah penulisnya tanpa mengetahui bagaimana harus diterbitkan.