MAKALAH

SISTEM GERAK MANUSIA

Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Ilmu pengetahuan Alam 1

Oleh Dosen Pembimbing: Setyo Eko Atmojo, M.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Septi Widyawati (11144600081)

Ismi Amiyati dewi (11144600082)

Lya wahyuningsih (11144600106)

 

POGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Masa Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Gerak Manusia” dalam rangka memenuhi tugas Ilmu Pengetahuan Alam tepat pada waktunya.

            Makalah ini membahas tentang sistem gerak pada manusia, sehingga manusia dapat mengetahui lebih mendalam tentang sistem gerak yang terjadi pada manusia. Agar manusia tahu tentang otot, sendi, tulang, dan penyakit – penyakit yang menyerang sistem gerak pada manusia.

            Dalam ppenyelesaian makalah ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, bimbingan dan nasihat dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Dosen mata kuliah IPA 1, Eko Setyo Atmojo, M.Pd, yang telah memberi ilmu dan pengetahuan dalam pembuatan makalah ini.
  2. Bapak dan Ibu yang telah memberikan doa sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
  3. Sahabat-sahabat yang membantu  dalam penyelesaian makalah ini.

 

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sebagai balasan atas amal baik dari semua pihak yang telah disebutkan di atas. Penulis mengharapkan saran dan kritikan yang membangun guna kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaan bagi semua pihak yang membacanya.

 

Yogyakarta, 21 september 2012

 

                                                                                Penulis

 

 

 

BAB I

  1. Latar Belakang

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Salah satunya manusia dapat bergerak karena memiliki anggota tubuh yang dapat menggerakkan anggota tubuh kita. Alat gerak ada dua macam yaitu alat gerak pasif dan alat gerak aktif. Alat gerak pasif ialah rangka badan kita dan alat gerak aktif ialah otot-otot badan. Alat gerak manusia yaitu sendi, rangka, dan otot. Dari ketiganya tersebut memiliki fungsi masing-masing dan masih terbagi menjadi beberapa macam alat gerak. Jika dari salah satu alat gerak tersebut tidak berfungsi maka dapat menyebabkan kelainan yang berhubungan dengan tulang yang kurang normal.

Sebagian orang masih banyak yang tidak memperhatikan cara mereka duduk dengan posisi yang mereka anggap nyaman. Padahal tanpa mereka sadar itu dapat mengakibatkan salah tulang atau kerangka badan yang dibiasakan dengan posisi yang kurang baik. Misalnya dengan posisi duduk dimana badan yang cenderung ke depan maupun badan cenderung miring atau ke samping. Hal tersebut dapat dihindari dengan kebiasaan yang sangat mudah, yaitu dengan membiasakan duduk dengan posisi tegap. Kebanyakan masih banyak orang yang belum paham tentang fungsi-fungsi alat gerak pada anggota tubuh kita. Kita kadang juga pernah merasakan salah tulang atau sebut saja keram. Itu juga termasuk kelainan otot dari salah satu.

  1. Rumusan Masalah
  1. Apa saja alat gerak manusia ?
  2. Apakah fungsi-fungsi dari alat gerak manusia ?
  3. Apa saja penyakit-penyakit yang berhubungan dengan alat gerak manusia ?

 

  1. C.    Tujuan Masalah

 

  1. Mengidentifikasi macam-macam alat gerak manusia .
  2. Menjelaskan fungsi-fungsi alat gerak manusia .
  3. Mengetahui penyakit – penyakit yang berhubungan dengan alat gerak.

 

  1. D.    Manfaat Penulisan

Dengan diselesaikannya makalah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang sistem gerak pada manusia.

BAB II

  1. A.    SISTEM  GERAK
    1. a.      Pengertian  gerak

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau  seluruh bagian tubuhnya.  Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.

Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut. Pembahasan gerak pada tumbuhan akan lebih rinci pada bab selanjutnya di semester yang akan datang. Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak.

  1. B.     RANGKA
    1. a.      Landasan teori rangka

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang,walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

 (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).

 

 b. Rangka manusia

                                                                                                                                                                                       

Rangka manusia tersusun oleh tulang-tulang yang jumlahnya kurang lebih 200 buah. Tulang-tulang tersebut membentuk sistem yang disebut rangka. Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak, antara lain tulang yang menyusun tulang hidung, telinga, dan persendian. Tulang rawan tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur. Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia. (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).

 

  1. c.       Fungsi Rangka Pada Manusia

Kerangka pada tubuh manusia memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu :

  1. Menyokong dan menopang tubuh
  2. Memberi bentuk tubuh
  3. Melindungi alat- alat tubuh yang lunak
  4. Melakukan fungsi gerak
  5. Tempat melekatnya otot
  6. Tempat pembentukan sel- sel darah
  7. Tempat menimbun sel darah merah yang lunak

Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu :

1. Bagian Tengkorak (Kepala)

Tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Yang terdiri dari :

1 tulang dahi

2 tulang tapis

2 tulang hidung

2 tulang ubun-ubun

2 tulang pipi

2 tulang langit-langit

2 tulang baji

2 tulang pelipis

2 tulang air mata

2 tulang rahang atas

1 tulang lidah

1 tulang tengkorak

2 tulang rahang bawah

 

2. Bagian Badan

Bagian badan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu :

  1. Ruas-ruas tulang belakang ( 33 ruas )
  2. Tulang rusuk ( 12 pasang )

- 7 pasang tulang rusuk sejati

- 3 pasang tulang rusuk palsu

- 2 pasang tulang rusuk melayang

  1. Tulang dada, terdiri dari :

                            – tulang hulu

                            – tulang badan

                            – tulang pedang-pedangan  

                     d. Gelang bahu terdiri dari :

- 2 tulang selangka (kiri dan kanan)

- 2 tulang belikat (kiri dan kanan)

                       e. Gelang panggul terdiri dari :

- 2 tulang duduk (kiri dan kanan)

- 2 tulang usus (kiri dan kanan)

- 2 tulang kemaluan (kiri dan kanan)

 

 

3. Bagian Anggota Gerak

Anggota gerak dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

a. anggota gerak atas (tangan kiri dan kanan) terdiri dari :

- 2 tulang pengumpil

- 2 tulang lengan atas

- 2 tulang hasta

- 16 tulang pergelangan tangan

- 10 tulang telapak tangan

- 28 ruas tulang jari tangan

 

b. anggota gerak bawah (kaki kiri dan kanan) terdiri dari :

- 2 tulang paha

- 2 tulang tempurung lutut

- 2 tulang kering

- 2 tulang betis

- 14 tulang pergelangan kaki

- 10 tulang telapak kaki

- 28 ruas tulang jari kaki

 

 

 

  1. Jenis dan Fungsi Tulang

 

Menurut jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

a. Tulang Rawan

Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur. Tulang rawan banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.

 

Gb. Tulang rusuk

 

b. Tulang Keras

Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras. Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 )dan kalsium fosfat ( Ca(PO4)2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka. Contoh tulang keras :

- tulang paha

- tulang lengan

- tulang betis

- tulang selangka  

e. Bentuk Tulang

Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu :

1. Tulang pipa

Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga

Contohnya :

- tulang paha

- tulang lengan atas

- tulang jari tangan

Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah

2. Tulang pipih

Bentuknya pipih ( gepeng )

Contohnya :

- tulang belikat

- tulang dada

- tulang rusuk

Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.

3. Tulang pendek

Bentuknya pendek dan bulat. Contohnya :

- ruas-ruas tulang belakang

- tulang pergelangan tangan

- tulang pergelangan kaki

Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.

  1.  PERSENDIAN

         Persendian adalah Sistim muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian (dibantu oleh tendon, ligamen dan tulang rawan). Sistem ini memungkinkan Anda untuk duduk, berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam. Tempat pertemuan dua tulang adalah persendian, yang berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh. Tanpa persendian, Anda tidak mungkin bisa melakukan berbagai gerakan. Sedangkan yang berfungsi menarik tulang pada saat Anda bergerak adalah otot, yang merupakan jaringan elastik yang kuat (http://ucix.multiply.com).

  1. Sendi atau artikulasi adalah hubungan antara dua tulang. berdasarkan gerakannya sendi dibedakan menjadi 3 jenis: sendi mati, sendi kaku dan sendi gerak.
  2. Sendi mati (sinarthrosis), karakter dari sendi ini adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain sangat dekat, dan hanya dipisahkan oleh serabut jaringan ikat. Sendi sinarthrosis ini terdapat pada hubungan antara tulang-tulang tengkorak yang dikaitkan oleh sutura.
  3. Sendi kaku (Amfiathrosis), karakterisitik dari sendi ini adalah tulang-dengan tulang dihubungkan oleh tulang rawan hialin. Contoh sendi ini terdapat pada hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada yang dihubungkan oleh tulang rawan hialin.
  4. Sendi gerak (Diarthrosis), sebagian besar sendi yang terdapat dalam tubuh manusia adalah sendi gerak. Terdapat enam jenis sendi yang termasuk sendi gerak yaitu:
    1. Sendi engsel

Pada sendi engsel, kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu.  Gerakannya hanya satu arah seperti engsel pintu, contoh sendi siku (hubungan antara tulang lengan humerus atas dengan tulang radius pengumpil hasta, dan hubungan antara tulang femur / paha  dengan tulang tibia fibula atau kering betis) sendi pada mata kaki dan sendi antar ruas jari.

    1. Sendi putar

 Pada sendi putar, ujung tulang satu mengitari ujung tulang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contoh sendi antara tulang hasta dengan tulang pengumpil.

    1. Sendi Pelana atau sendi sela

Pada sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas seperti gerakan orang naik kuda. Contoh sendi antara tulang telapak tangan dengan tulang pergelangan tangan.

    1. Sendi kondiloid atau ellipsoid

Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk kedalam suatu lekuk berbentuk elips. Contoh sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan.

    1. Sendi peluru

Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bonggol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah dan dapat berporos tiga. Contoh sendi antara tulang humerus/lengan atas dengan tulang gelang bahu, dan sendi antara tulang gelang panggul dengan tulang femur /paha.

 

 

    1. Sendi luncur

Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Contoh sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelengan kaki, antar tulang selangka, dan antar tulang belikat.

 

 

  1. OTOT

Otot adalah sebuah jaringan konektif yang tugas utamanya adalah berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang di sadari maupun yang tidak. Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki lebih dari 600 otot rangka. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja dengan cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas. Otot rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon. Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya relaksasi sehingga otot bisa menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang bisa dibengkokan maupun di luruskan.

 (http://berita-iptek.blogspot.com).

Menurut jenisnya, ada 3 macam otot, yaitu :

a. Otot polos

b. Otot lurik

c. Otot jantung

     

 

  1. b.      Ciri-Ciri Otot

Ciri-ciri otot polos

a)       bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung

b)       mempunyai satu inti sel

c)       tidak memiliki garis-garis melintang ( polos )

d)       bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar.

e)       terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dll.

Ciri-ciri otot lurik

a)      bentuknya silindris, memanjang

b)      tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling ( lurik )

c)      mempunyai banyak inti sel

d)     bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar.

e)      terdapat pada otot paha, otot betis, otot dada, otot

f)                                                                                                                                                .                          

Gb. Anatomi tubuh manusia lengan, dll.

Ciri-ciri otot jantung

a)      otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Struk turnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel.

b)      kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita, tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seper Ti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial.

c)     

  1. E.     Kelainan Tulang, Otot, dan Sendi
    1. A.    Kelainan Pada Tulang (rangka)

Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa Faktor, misalnya karena kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain :

  1. Fraktura /patah tulang

Yaitu kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek  kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/menembus kulit/otot).

  1. Osteoporosis

Yaitu kelainan pada tulang  yang disebakan karena adanya pengeropososan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan Calcium  secara normal.

  1. Fisura/retak tulang

Yaitu kelainan tulang yang  menimbulkan keretakan pada tulang, akibat kecelakaaan.

  1.  Lordosis

Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang  melekung pada daerah lumbalis. Ha ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang.

  1. Skolisosis

Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang melekung ke araah lateral. Hal ini akan  menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf S.

  1. Kifosis

Yaitu kelainan tulang karena sikap duduk sehingga tulang belakang yanag terlalu membengkok ke  belakang. kelainan tulang punggung membengkok ke depan, dikarenakan kebiasaan duduk/bekerja dengan posisi membungkuk.

  1. Rakhitis

Yaitu  kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O.

 

  1. i.                    Polio

Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga kea- daan tulangnya mengecil dan abnormal.

 ( sumber: http://zaifbio.wordpress.com/2010/04/29/sistem-gerak-manusia/)

 

  1. B.     Kelainan Pada Otot

Kelainan otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam. Faktor luar dapat diakibatkan karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih. Beberapa contoh kelainan pada otot, diantaranya :

  • Tetanus kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri.
  • Trapesius meradang.
  • Kram kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang.
  • Keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.
  • Atrofi otot kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio atau karena otot tidak difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh
  • Kaku leher (stiff) Kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot (sumber:http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_244/zip/MP_244.html)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Munandar,A iktisar anatomi alat gerak & ilmu gerak.1991.

http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_244/zip/MP_244.html

(diakses pada  tanggal 22 september 2012 )

http:// (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).html

(diakses pada tanggal 22 september 2012)

 http://berita-iptek.blogspot.com).html (diakses pada tanggal september 2012)

http://zaifbio.wordpress.com/2010/04/29/sistem-gerak-manusia/html

(diakses pada tanggal 22 september 2012)

 

 

 

 

 

 

BAB III

  1. A.    KESIMPULAN

Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak.

Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan.

Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak.

Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula).