SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA

 

 

MAKALAH

 

 

 

 

Disusun oleh :

Tiyas Fajar N                           11144600084 

Fajar Budhi Kurniawan                        11144600088

Nugroho Dwi Raharjo              11144600120

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

2011

 

 

 

BAB I

Pendahuluan

  1. A.    Latar belakang masalah

Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk melangsungkan metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makanan,oksigen, hasil metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan didalama tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.

  1. B.     Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka kami merumuskan “apakah sistem peredaran darah itu?”

  1. C.    Tujuan penulisan

Tujuan penulisan makalah ini dibuat untuk mengetahui apa sajakah yang mempengaruhi sistem peredaran darah pada manusia.

  1. D.    Manfaat penulisan

Manfaat penulisan ini adalah supaya mahasiswa dapat mengerti sistem peredaran darah pada manusia

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah adalah sistem yang mengedarkan darah dari jantung hingga ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Sistem ini juga dapat membantu makhluk hidup untuk menjaga stabilisasi pH tubuh (bagian dari homeostatis). Sistem peredaran darah dibagi atas tiga jenis sistem peredaran darah:

  1. Tanpa sistem peredaran darah
  2. Sistem peredaran darah terbuja
  3. Sistem peredaran darah tertutup

 

Sistem peredaran darah juga merupakan bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler).

 

Sistem ini menjamin kelangsungan hidup suatu organisme, didukung oleh metabolismesetiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbondioksida dalam arah yang berlawanan. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal dari pencernaan seperti lemak, gula, dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengkonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.

 

Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar) juga mendstribusikan hormone, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Pada manusia, sistem peredaran yang utama adalah darah. Didalam tubuh, darah beredar dengan bantuan alat peredaran yaitu jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, manusia mempunyai peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.

 

Gambar. I

 

Pada hewan alat transportasinya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darahnya adalah jantung dan pembuluh darah.

 

A. KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH

I. DARAH

Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan atau plasma darah yang didalam nya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).

Komposisi plasma dalam darah sekitar 55 %, sedangkan sel-sel darah dan trombosit sekitar 45%. Sel dan keping darah lebih berat dibandingkan plasma sehingga dapat di pisahkan melalui prosedur yang di sebut sentrifugasi. (Marieb 2004; Solomonet al.2005).

Fungsi darah :

  1. Mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh
  2. Mengangkut sari-sari makanan keseluruh tubuh
  3. Mengangkut sisa-sisa metabolisme, seperti karbon dioksida, urea,dan asam laktat kealat ekskresi.
  4. Mengedarkan hormon dari kelenjar hormon ketempat yang membutuhkan.
  5. Mengatur pH tubuh, mengatur suhu tubuh, melawan bibit penyakit serta melakukan mekanisme pembekuan darah.

Plasma darah

Pada manusia, plasma darah mengandung sekitar 92 % air, 8 % protein,dan senyawa organik lainnya.selain itu juga garam anorganik, terutama Nacl. Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis darah sehingga dengan sendirinya jumlah nya dalam tubuh akan diatur.

Sel-sel darah

Sel-sel darah adalah sel-sel yang hidup. Sel-sel darah tidak terbelah, melainkan langsung di ganti oleh sel-sel baru dari sum-sum tulang belakang.

 

Gambar. II

 

Ada tiga macam sel-sel darah yaitu :

 

 

  1. 1.      Eritrosit ( Sel darah merah )

Eritrosit berbentuk pipih dengan garis tengah 7,5cm, eritrosit cekung dibagian tengahnya (bikonkaf) dan tidak berinti. ( Istamar syamsuri,dkk.2006 ).

 

Gambar. III

Warna eritrosit tergantung pada hemoglobin. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen (O2), jika hemoglobin mengikat O2, maka eritrosit akan berwarna merah, jika O2 telah di lepaskan maka warnanya menjadi merah kebiruan.

Proses Pembentukan eritrosit di sebut eritropoiesis.

Sel yang dapat membentuk eritrosit adalah hemositoblas (sel batang mieloid) yang mampu berkembang menjadi berbagai sel dara. Dalam keadaan normal, eritrosit bertahan selama rata-rata 120 hari. Saat sel menua, membran sel rapuh dan pecah. Eritrosit tua dimusnahkan diorgan limpa ( lien ) dan hati.

Jumlah Eritrosit bervariasi, tergantung jenis kelamin, usia dan ketinggian tempat tinggal seseorang. Konsentrasi eritrosit pada laki-laki normal adalah : 5,1-5,8 juta permililiter kubik darah, dan pada wanita normal 4,3-5,2 juta permililieter kubik darah.

 

 

 

 

  1. 2.      Leukosit ( sel darah Putih)

 

Gambar. IV

Terdapat enam jenis leukosit dalam darah yaitu neutrofil, eosinofil, basofil monosit, limfosit dan sel plasma. Neotrofil, eosinofil, dan basofil memiliki granula-granula sehingga sering disebut granulosit. Sedangkan limfosit dan monosit di sebut agranulasit (tidak bergranula).

Bahan-bahan yang di perlukan untuk membentuk leukosit adalah uitamin dan asam amino seperti hal nya sel-sel lainnya.

Orang dewasa memiliki sekitar 4.800-10.800 leukosit permililiter kubik darah, terdiri dari 62% neutrofil, 2.3% eosinofil, 0,4 % basofil, 5,3 % monosit, dan 30 % limfosit.

Masa hidup leukosit berbeda-beda, granulosit sekitar 12 jam, monosit sulit dinilai karena selalu mengembara, tetapi diduga selama beberapa minggu atau bulan, limsofit umumnya bertahun selama 100-300 hari.

  1. 3.      Trombosit ( keping-keping darah )

 

Gambar. V

Trombosit berguna untuk menggumpalkan darah. Keping darah berbentuk cakram dan tidak berinti. Masa hidup trombosit sekitar 8-10 hari, setelah itu keping darah akan dibawah kelimpa untuk di hancurkan. Jumlah keping darah adalah 150 ribu 0 400 ribu per mm3 darah.

  Penggolongan Darah

Walaupun darah manusia kelihatan sama , akan tetapi bila darah sitransfusikan pada orang lain maka penggumpalan pada  prosses transfusi darah tersebut mungkin saja terjadi. Hal ini disebabkan adanya reaksi antigen-antibosi didalam darah tersebut.

Di dalam darah merah terdapat 2 antigen (aglutinogen) yaitu A dan B, dan didalam plasmanya terdapat 2 macam antibodi (aglutinin) yaitu a dan b. Oleh karena itu terdapat 4 macam golongan darah yang dimiliki manusia tergantung pada antigen yang dikandungnya, apakah satu jenis antigen, kesua-duanya atau tidak memiliki antigen sama sekali.

Golongan Darah

Antigen (Aglutinogen dalam sel darah merah)

Antibodi (Aglutinin dalam plasma)

A

A

b = (anti B)

B

B

a = (anti A)

AB

A dan B

-

O

-

Anti A dan anti B

 

Golongan darah AB disebut sebagai penerima darah umum (recipient universal), artinya golongan darah ini dapat menerima sesluruh golongan darah lainnya, Goongan darah O disebut sebagai pemberi darah umum (donor universal), artinya golongan darah ini dapat memberi pada seluruh golongan drah lainnya.

 

e)      Rhesus Faktor

Rhesus faktor atau Rh adalah suatu antigen peting lainnya yang terdapat di dalam darah. Manusia ada yang mengandung Rh (Rh positif, di tulis Rh+) dan ada yang tidak mengandung Rh(Rh negatif, ditulis Rh-). Bila darah dengan Rh+ ditransfusikan pada orang yang tidak memiliki Rh (Rh-), maka orang tersebut akan dibentuk antibodi (anti Rh+). Pada transfusi pertama mungkin tidak akan terjadi apa-apa atau kecil sekali pengaruhnya. Akan tetapi bila transfusi yang kedua dan seterusnya dilakukan dengan darah yang sama atau darah yang mengandung Rh, maka antibodki yang dibentuk akan semakin kuat. Hal tersebut dapat nmengakibatkan kerusakan sel-sel darah pada orang si penerima transfusi darah, karena adanya reaksi antara antigen (faktor Rh) dengan antibodi (anti Rh). Keruusakn tersebut berupa pecahnya sel-sel darah (hemolisis) yang dapat menggakibatkan kematian bagi orang tersebut.

Bila seorang ibu dengan Rh  mengandung bayi yng memiliki Rh (Rh+), maka si ibu akan membentuk antibodi yang dapat merusak eritrosit bayi yang dikandungnya. Kematian bayi yang dikandungnya biasanya akan terjadi pada kehamilan kedua dan seterusnys. 

 

II. PEMBULUH DARAH

Pada  abad ke 17 seorang ahli fisiologi dari inggris, yakni William Harvey (1578 – 1657), dari hasil percobaannya dan berbagai percobaan ahli lain ditemukanlah pembuluh balik (vena). Tiga puluh tahun kemudian seorang ahli anatomi italia Marcello Malpighi. Berhasil menemukan pembuluh darah kapiller.

a. Pembuluh Nadi ( Arteri )

Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawah darah dari jantung dan umumnya mengandung banyak oksigen. Pada saat jantung berkontraksi (sisto) darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi. Pembuluh ini tebal, elastis, dan memiliki sebuah kutup (Valvula semilunris) yang berada terdapat diluar jantung.

Ada dua pembuluh nadi yang dilewati darah yaitu :

  1. Pembuluh nadi besar (aorta).

Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung menuju keseluruh tubuh.

  1. Pembuluh nadi paru-paru (arteri palmonalis).

Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kanan menuju paru-paru ( pulmo ).

b. Pembuluh Balik ( Vena )

Pembuluh balik adalah : Pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung, yang umumnya mengandung karbondioksida. Pada saat jantung berelaksasi (Diastol), darah dari tubuh dan paru-paru akan masuk ke jantung melalalui vena. Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katup yaitu Valvula Semilunaris. Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut :

Vena Kava

Vena kava  bercabang-cabang menjadi pembulu yang lebih kecil yaitu vena. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava inferior.

  1. Vena kava superior

Vena ini membawa darah yang mengandung COdari bagian atas tubuh ( kepala, leher, keserambi kanan jantung.

  1. Vena kava inferior

Vena ini membawa darah yang mengandung COdari bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh keserambi kanan jantung.

  1. Vena Pulmonalis

Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru keserambi kiri jantung.

 

Gambar. VI

 

 

III. JANTUNG

Jantung terletak didalam rongga dada serta terbungkus oleh Parikardia. Parikardia terdiri dari dua lapis yaitu :

  1. Lamina pariestalis (sebelah luar)
  2. Lamina viseralis (menempel di dinding jantung)

 

 

Gambar. VII

 

Diantara kedua lapis tersebut terdapat kavum parikardia yang berisi cairan pirikardia. Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu : dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung (miokardia) yaitu, otot serambi, otot bilik , serta serabut otot perangsang dan pengantar khusus.

 

Cara Kerja Jantung

            Otot-otot jantung bekerja dengan sendirinya (berkontraksi) tanpa menurut kehendak kita. Pada manusia normal biasanya jantung berkontraksi 72 kali setiap menit dan memompa darah 60 cm3. Priode dari suatu air kontraksi hingga akhir kontraksi berikutnya disebut siklus jantung. Siklus jantung terdiri dari priode relaksasi yang dinamakan diastos, yaitu jika serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang. Pada saat itu, otot bilik mengendur maksimum dan ruang bilik mengembang maksimum. Priode kontraksi dinamakan sistol, yaitu jika otot bilik jantung menguncup dan darah didalam bilik di pompa ke pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis) ataupun ke aorta secara bersamaan.

            Darah yang dipompa keluar jantung memiliki kekuatan dankecepatan mengalir tertentu. Kekuatan ini dilanjutkan oleh pembuluh nadi. Oleh karena otot pembuluh nadi elastis, maka nadi ikut berdenyut.

            Tekanan darah dapat diukur dengan tensi meter. Yang diukur adalah tekanan sistol (waktu darah keluar jantung) dan tekanan diastol (waktu darah masuk ke jantung). Pada orang dewasa yang sehat, umumnya sistol sebesar 120 mmHg dan diastol sebesar 80 mmHg atau dapat juga di tulis sebagai tekanan arteri = 120/80 (sistol dan diastol). Pada saat itu tekanan kapiler 30/10 dan tekanan vena 10/0.

            Seperti halnya organ-organ lain diseluruh tubuh, jantung yang terus menerus bekerja juga memerlukan makanan. Makanan itu diperoleh dari pembuluh nadi tajuk (arteri koronaria).

Detak Jantung

Detak jantung setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan aktifitas seorang. Pada saat duduk, denyut nadi seseorang 72 permenit. Tetapi pada saat berdiri denyut nadi mencapai 83 permenit. Pada anak-anak, denyut nadi nya lebi cepat dibandingkan orang dewasa. Orang terkejut denyut nadinya menjadi lebih cepat. ( Istamar Syamsuri,dkk:2006 )

 

PEREDARAN DARAH MANUSIA.

Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia yaitu :

  1. Peredaran darah kecil:

Peredaran darah dibilik kanan jantung menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali ke serambi kiri jantung melewati vena pulmonalis.

  1. Peredaran darah besar

Peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya kembali ke serambi kanan jantung melalui vena kava.

Oleh karena pada manusia terdapat kedua macam peredaran darah tersebut, maka manusia di katakan memiliki peredaran darah ganda.

 

Gambar. VI

 

KELAINAN DANGANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH  

Kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah dapat ditimbulkan karena pewarisan sifat (keturunan), rusaknya alat peredaran darah akibat kecelakaan, atau akibat makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan zat kapur. Zat makanan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah atau berkurangnya elastisitas otot jantung dalam mekanisme pompa dan isap.

            Kelainan atau gangguana pada sistem peredaran darah antara lain :

-      Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangnya kadar Hb atau kurannya jumlah eritrosit dalam darah.

-      Farises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.

-      Hemoroid (Ambeyen), adalah pelebaran pembuluh darah disekitar dubur (anus).

-      Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau endapat kapur.

-      Atherosklerosis adalah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.

-      Embolus, adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.

-      Trombus adalah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak.

-      Hemofilia adalah kelainan darah sukar membeku karen afaktor hereditas (keturunan).

-      Leukimia (kanker darah) adalah bertamba

-      hanya leukosit secara tak terkendali.

-      Penyakit kuning pada bayi (Eritroblastosis fetalis) adalah rusaknya eritrosit bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua, jika kandungan pertama embrio juga bergolongandarah Rh+.

-      Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arterikoronaria yang mengangkut O2 ke jantung.

-      Talasemia merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.

 

KESIMPULAN

Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,serta jantung. Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah, (trombosit).

Didalam sel darah merah terdapat pigmen protein pengikat oksigen dan karbondioksida, yaitu hemoglobin.

Sel darah putih terdiri dari loukesit gronulosit (Netrofil, eosinofil, basofil) dan leukosit agranulosit ( monosit, limfosit ).

Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam serum terdapat antibody (kekebalan).

Pembuluh darah meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik. Perbedaan darah manusia tergolong peredaran tertutup dan gandah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

DA. Pratiwi, Sri maryati, Srikini, Suharno, dan Bambang S. Penerbit : Erlangga 2006. Biologi untuk SMA Kelas XI.Jilid 2 Jakarta. Penerbit Erlangga.

Istamar Syamsuri, dkk.2006.Biologi untuk SMP Kelas VIII, Jilid 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.

http://mily.wordpress.com/2009/09/09/sistem-peredaran-darah/ 

diunduh pada tanggal 10-10-2012

About these ads